Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Tuesday, July 24, 2007

Stroke. Diabetes, Hipertensi, Asam Urat, Kolesterol, Pelangsing/Slimming

Berikut ini adalah ringkasan penjelasan dari masing-masing penyakit beserta cara pengobatan dan pencegahannya:
(Dikutip dari Milist Dokter Umum)

Stroke
Stroke adalah terjadinya kerusakan pada jaringan yang disebabkan berkurangnya aliran darah ke otak/ retaknya pembuluh darah yang mensuplai darah ke otak dengan berbagai sebab yang ditandai dengan kelumpuhan sensorik atau motorik tubuh sampai dengan terjadinya penurunan kesadaran. Otak adalah organ manusia yang sangat kompleks dan setiap areanya mempunyai fungsi yang sangat spesifik, spektakuler, dan sangat spesial yang merupakan kumpulan syaraf yang sangat menakjubkan dan bertanggung jawab terhadap semua sinyal dan sensasi yang membuat manusia dapat berfikir, bergerak, dan bereaksi. Untuk dapat menjalankan fungsinya, otak memerlukan sejumlah besar energi untuk menjaga agar selalu dapat bekerja, yang diperoleh dari darah yang disirkulasikan dari jantung melalui pembuluh arteri menuju otak, dan area lainnya dari tubuh yang membawa suplai oksigen dan nutrisi secara terus menerus dan kontinyu. Hal ini disebabkan karena otak merupakan organ tubuh yang tidak dapat menyimpan
energi.
Pergolongan Stroke
1. Stroke Iskemik (Penyumbatan Pembuluh Darah)
Stroke yang terjadi apabila salah satu cabang dari pembuluh darah otak mengalami penyumbatan, sehingga bagian otak yang seharusnya mendapat suplai darah dari cabang pembuluh darah tersebut akan mati karena tidak mendapatkan suplai oksigen dan aliran darah sebagaimana seharusnya.
2. Stroke Hemoragik (Stroke Pendarahan)
Stroke yang terjadi karena pecahnya pembuluh darah di otak, terkait dengan fluktuasi tekanan darah yang terjadi pada saat tekanan darah sedang tinggi. Gesekan dari darah yang mengalir pada penderita hipertensi bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah bagian dalam sehingga pembuluh darah tidak lagi valid/ melemah dan dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah saat tekanan darah naik.
Beberapa Tanda dan Gejala Stroke
1. Gejala stroke sementara (sembuh dalam beberapa menit/ jam)
· Sakit kepala secara tiba-tiba, pusing, bingung.
· Penglihatan kabur atau kehilangan ketajaman penglihatan pada satu atau kedua mata.
· Kehilangan keseimbangan (limbung), lemah.
· Rasa kebal atau kesemutan pada sisi tubuh.
2. Gejala stroke ringan
· Mengalami beberapa atau semua gejala stroke sementara.
· Kelemahan/ kelumpuhan tangan/ kaki.
· Bicara tidak jelas.
3. Gejala stroke berat (sembuh/ mengalami perbaikan dalam beberapa bulan/ tahun, atau tidak bisa sembuh sama sekali)
· Mengalami beberapa atau semua gejala stroke sementara dan ringan.
· Koma jangka pendek (kehilangan kesadaran).
· Kelemahan/ kelumpuhan tangan/ kaki.
· Bicara tidak jelas/ hilangnya kemampuan bicara.
· Sukar menelan.
· Kehilangan kontrol terhadap pengeluaran air seni dan fases.
· Kehilangan daya ingat dan konsentrasi.
· Terjadi perubahan perilaku misalnya: bicara tidak menentu, mudah marah, tingkah laku seperti anak kecil, dll.

Diabetes
Diabetes Millitus atau kencing manis adalah penyakit yang bersifat sistemik sehingga dapat melibatkan berbagai sistem tubuh dan dapat merusak jaringan tubuh seperti kerusakan pada retina mata, ginjal, jantung, dan komplikasi lainnya.
Ada 3 tipe Diabetes Millitus, yaitu:
1. IDDM (Insulin Dependent Diabetes Millitus)
Sangat tergantung pada insulin. Disebabkan oleh kerusakan sel beta pankreas sehingga tubuh tidak dapat memproduksi insulin alami untuk mengontrol kadar glukosa darah.
2. NIDDM (Non-Insulin Dependent Diabetes Millitus)
Tidak tergantung insulin. Disebabkan oleh gangguan metabolisme dan penurunan fungsi hormon insulin dalam mengontrol kadar glukosa darah dan hal ini bisa terjadi karena faktor genetik dan juga dipicu oleh pola hidup yang tidak sehat.
3. Gestational Diabetes
Disebabkan oleh gangguan hormonal pada wanita hamil.
Faktor Penyebab Diabetes Millitus
· Gangguan metabolisme, dimana tubuh tidak dapat memanfaatkan glukosa/ gula darah untuk diubah menjadi energi/ tenaga.
· Gangguan/ tidak berfungsinya hormon insulin dalam tubuh sehingga terjadi penumpukan kadar glukosa/ gula dalam darah.
· Gangguan/ kerusakan pada sistem pankreas yang menyebabkan terganggunya produksi insulin.
· Faktor generik, menurunnya kualitas/ mutu dan kuantitas produksi hormon insulin serta penderita obesitas/ kegemukan (mayoritas penderita Diabetes Millitus umumnya mengalami kelebihan berat badan).
Gejala Diabetes Millitus
· Kadar glukosa / gula darah diatas normal (hyperglikemia).
· Rasa lapar berlebihan dan terus menerus (polyphagia), sehingga banyak makan namun badan tetap lemas (tidak bertenaga) dan sering diikuti dengan penurunan berat badan yang cepat.
· Sering merasa haus sehingga banyak minum (polydipsia).
· Sering kencing/ kencing berlebihan.
· Urin berbuih dan mengandung gula (glukosuria).
· Jika terjadi luka sulit sembuh.

Saran
· Penderita Diabetes Millitus sebaiknya mengontrol kadar gula darah secara teratur.
· Menjalankan gaya hidup sehat (pola makan rendah gula dan lemak, membatasi karbohidrat).
· Olah raga secara teratur, istirahat cukup, dan menjaga tingkat stress.

Hipertensi
Hipertensi atau sering disebut penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana pembuluh darah kehilangan elastisitas (yang dosebabkan salah satunya adalah oleh kondisi pembuluh darah yang sudah tua, kaku dan rapuh), sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah pada pembuluh nadi atau arteri melebihi nilai normal. Menurut WHO, seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila tekanan darahnya lebih dari 140/90 mmHg.
Faktor penyebab hipertensi 90% belum diketahui secara pasti, tapi berkaitan dengan gaya hidup/ life style (pola makan tidak sehat, tingkat kesibukan yang sangat tinggi dan tingkat stress tinggi, kurang istirahat dan olah raga).
Gejala Hipertensi
Sering sakit kepala, pusing, sering capek/ merasa pegal-pegal, lelah, gugup, mengantuk, bingung, mati rasa (baal) dan kesemutan pada tangan dan kaki, sesak nafas/ nafas pendek, batuk dan hidung berdarah, muka kemerahan, pandangan mata kabur, serta sulit mengerti perkataan orang lain (harus diulang).
Faktor Resiko Hipertensi
1. Dapat dikendalikan, diantaranya adalah batasi makanan berlemak jenuh tinggi, makanan olahan/ berpengawet, kopi, teh, garam, stress, cukup makanan berserat, istirahat dan olah raga.
2. Tidak dapat dikendalikan, diantaranya adalah usia (tensi cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya usia), genetik (keluarga dengan riwayat genetik), jenis kelamin (pria umumnya beresiko lebih tinggi, namun lebih tinggi pada wanita paska menopouse).
Komplikasi Hipertensi
· Stroke.
· Serangan jantung.
· Edema paru.
· Gagal ginjal.
· Kebutaan karena pecahnya pembuluh darah mata.
· Komplikasi lainnya.

Saran
· Lakukan pengukuran tensi secara teratur.
· Perbaiki gaya hidup (pola makan sehat dan menjaga tingkat stress).
· Cukup istirahat dan olah raga secara teratur.

Asam Urat
Asam urat atau yang sering identik dengan rematik/ encok merupakan penyakit yang ditandai rasa nyeri pada tulang, sendi, otot, dan jaringan sekitar sendi. Penyakit ini banyak ragam penyebabnya, diantaranya: kurang tidur sehingga terjadi penumpukan asam laktat, penggunaan sendi yang berlebihan yang menyebabkan terjadinya peradangan atau peradangan oleh sebab lain karena terlalu banyak berjalan, turun naik tangga, sering jongkok berdiri, atau sebab lain yang menyebabkan kelebihan asam urat pada jaringan atau persendian.
Asam urat merupakan kristal putih yang tidak berbau dan berasa, yang dihasilkan oleh proses metabolisme utama, yaitu suatu proses kimia dalam inti sel yang berfungsi menunjang kelangsungan hidup. Proses dimulai dari makanan yang berupa karbohidrat, protein, dan selulosa (serat) dengan melalui proses kimia dalam tubuh untuk diubah menjadi tenaga (energi) dan bahan-bahan kimia lain yang dibutuhkan tubuh. Bila terjadi penyimpangan dalam proses metabolisme maka akan menyebabkan terjadinya kelebihan dan penumpukan asam urat.
Kelebihan asam urat dalam darah akan menyebabkan pengkristalan pada persendian dan pembuluh kapiler darah terutama yang dekat dengan persendian dan akibatnya apabila pensendian digerakkan akan terjadi pergesekan antar kristal-kristal tersebut sehingga menimbulkan rasa nyeri. Penumpukan asam urat yang kronis pada persendian menyebabkan cairan getah bening yang berfungsi sebagai pelumas (lubrikan) sendi menjadi tidak berfungsi dan akibatnya persendian tidak dapat digerakkan. Demikian juga bila kristal asam urat mengendap pada pembuluh kapiler darah, bila kita bergerak, kristal-kristal asam urat akan tertekan ke dinding pembuluh darah kapiler sehingga ujung kristal yang runcing akan menusuk ke dinding pembuluh darah kapiler yang menimbulkan efek nyeri.
Faktor Penyebab Asam Urat:
1. Faktor dari dalam
Terjadinya proses penyimpangan metabolisme yang umumnya berkaitan dengan faktor usia, dimana usia diatas 40 tahun atau manula beresiko besar terkena asam urat.
2. Faktor dari luar
Berupa makanan dan minuman yang dapat merangsang pembentukan asam urat seperti makanan yang mempunyai kadar karbohidrat dan protein tinggi seperti kacang-kacangan, emping, melinjo, daging (terutama jeroan), ikan, dan coklat serta minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan minuman ringan cola.

Saran
· Sebaiknya gunakan air hangat saat mandi pagi karena air hangat menyebabkan pergerakan sendi menjadi mudah sehingga penderita asam urat lebih mudah bergerak.
· Bagi penderita asam urat yang bertubuh gemuk, disarankan menurunkan berat badan agar beban persendian berkurang.
· Istirahat cukup dimalam hari setidaknya 8 sampai dengan 9 jam untuk menanggulangi keletihan.
· Hindari stress yang dapat memicu kemarahan.
· Hindari makanan yang dapat meningkatkan asam urat dan minuman yang mengandung kafein.

Kolesterol
Kolesterol adalah lemak berwarna kekuningan dan berbentuk seperti lilin yang diproduksi oleh organ liver (hati). Keberadaan kolesterol dalam proses metabolisme secara menyeluruh didalam tubuh sangat dibutuhkan, diantaranya untuk membuat hormon seks (yang sangat penting bagi perkembangan dan fungsi organ seksual), hormon korteks adrenal (penting untuk metabolisme), vitamin D (penyerapan kalsium dalam tubuh), dan garam empedu (membantu usus menyerap lemak).
Namun demikian, keberadaan kolesterol yang terlalu tinggi dalam pembuluh darah akan menyebabkan bencana besar seperti penyumbatan pembuluh darah. Apabila terjadi penyumbatan pada pembuluh darah jantung, maka akan menyebabkan gangguan jantung, dan jika terjadi pada pembuluh darah otak akan menyebabkan terjadinya stroke. Kolesterol diukur dalam milimol (mmol) per liter darah, yaitu jumlah molekul per liter plasma darah. Cara mengevaluasi kadar kolesterol adalah sebagai berikut:
· Kurang dari 5 mmol : Normal.
· 6 s/d 7 mmol : Sedang.
· 7 s/d 9 mmol : Cukup Tinggi.
· Lebih dari 9 mmol : Sangat Tinggi.
Faktor Resiko/ Penyebab Kelebihan Kolesterol
1. Gaya hidup tidak sehat dimana pola makan tinggi kalori dan lemak serta kurang olah raga. Peningkatan kadar kolesterol dan lemak seringkali disebabkan oleh konsumsi lemak berlebihan dalam susunan menu kita, seperti daging, minyak goreng, keju, jeroan, dlll.
2. Merokok dan minum alkohol.
3. Kegemukan.
Komplikasi Kolesterol
· Penyakit Jantung.
· Stroke.
· Hipertensi.
· Hiperlipi demia (trigliserid tinggi).

Saran
· Penanganan kolesterol yang alami dan efektif adalah dengan mengkonsumsi berebagai jenis makanan yang berfungsi menurunkan kolesterol seperti bawah putih, seledri, dan buah-buahan serta sayuran hijau.
· Cara lain yang dapat ditempuh adalah dengan mengkonsumsi berbagai jenis tanaman obat yang berfungsi menurunkan kadar kolesterol seperti jati belanda, temulawak, sambung nyawa, dll atau mengkonsumsi obat kolesterol Mstica Herba.
· Ubah pola hidup dan mengkonsumsi makanan rendah kalori dan lemak, serta berserat tinggi.
· Olah raga secara teratur dan hindari kegemukan.
· Hindari rokok dan minuman beralkohol.

Pelangsing/ Slimming
Obesitas adalah situasi kelebihan berat badan akibat penumpukan lemak dalam jaringan tubuh yang sudah melebihi ambang batas normal. Normalnya, komposisi lemak pada tubuh pria adalah 12-28% dari total berat badan, sementara pada wanita adalah sebesar 18-24% dari total berat badan. Kegemukan membuat tubuh cepat lelah saat bekerja keras, debar jantung lebih kencang, serta pernnafasan terganggu. Disamping itu, kegemukan dapat memicu munculnya penyakit kritis seperti diabetes, hipertensi, jantung, serta membuat kurang percaya diri dikarenakan tubuh tidak indah (terutama bagi wanita).
Faktor Resiko/ Penyebab Kegemukan
· Gaya hidup tidak sehat dimana pola makan tinggi kalori dan kurang berolah raga secara teratur.
· Keturunan/ genetika: memiliki sel/ kantong lemak yang melebihi ambang normal.
· Pertambahan usia: penurunan fungsi organ tubuh sehingga laju metabolisme melambat.
· Hormonal/ menopause: wanita dengan gangguan hormonal (haid tidak teratur) lebih mudah mengalami kegemukan dan begitu juga bagi wanita yang menopause dikarenakan adanya penurunan hormone tiroid finsulin, yang terlibat dalam proses pembakaran kalori tubuh.
Komplikasi Kegemukan
· Penyakit jantung.
· Stroke.
· Diabetes.
· Hipertensi.
· Hiperlipi demia (kolesterol dan trigliserida tinggi).
· Kanker (usus besar dan payudara).
· Gangguan kesuburan.
· Batu Empedu.
· Gangguan tulang dan persendian.

Saran
Untuk hasil optimal:
· Tingkatkan konsumsi air putih, minimal 8-10 gelas/ hari (+/- 3 liter per hari).
· Olahraga teratur.
· Batasi makanan tinggi kalori dan lemak.
· Tingkatkan konsumsi makanan berserat.

Thursday, May 10, 2007

Hidup sehat ?...tidak susah koq!!

Kamis, 18 Juli, 2002 oleh: Siswono
Hidup sehat ?................tidak susah koq!!
Ada beberapa hal yang sering dilewatkan dalam menjalani hidup, sehingga akibat buruk dari kebiasaan ini akan datang mengganggu kesehatan kita. Hal ini bisa terjadi hanya karena kebiasaan hidup yang tidak teratur. Kebiasaan tersebut adalah antara lain melewatkan sarapan, kurang minum air putih, kurang gerak sampai dengan ngemil snack berkalori tinggi.

Menurut Pete Cohen, psikolog dan physical trainer, bahwa tidak ada manusia lahir dengan kebiasaan buruk. Kebiasaan ini dipelajari saat tumbuh dewasa. Cara yang paling jitu untuk membuang kebiasaan buruk adalah dengan menggantinya dengan kebiasaan yang lebih baik. Menurut beberapa penelitian, diperlukan pengulangan 20 - 30 kali untuk kemudian menjadi kebiasaan baru.

Apakah semudah itu ??, sepertinya mudah saja, tapi kalau dijalani mengapa sulit??, karena kita memang hidup dilingkungan yang sudah mengesahkan kebiasaan-kebiasaan buruk itu menjadi hal yang biasa.

Ada beberapa tips dibawah ini, mengenai cara menghargai hidup dengan menjalani hidup secara sehat dan teratur, yaitu:

1. Minum air putih secara cukup
Kenapa terjadi? tubuh manusia tidak akan memberi sinyal berupa rasa haus sampai tubuh benar-benar kekurangan air atau mengalami dehidrasi.
Mengapa air putih? karena dua per tiga tubuh kita terdiri dari air, maka air merupakan unsur terpenting bagi tubuh. Setiap hari kita kehilangan 1,5 liter air lewat kulit, paru-paru dan ginjal (berupa air kencing). Untuk itu kehilangan itu harus digantikan dengan jumlah yang cukup, sehingga tubuh akan terhindar dari kelelahan, sakit kepala, kulit kusam dan bad mood.

2. Sarapan pagi setiap hari
Kenapa terjadi? Alasan yang sering didengar adalah karena tidak cukup waktu untuk sarapan.
Mengapa sarapan? Kalau sarapan terlewatkan maka akan mempengaruhi produktivitas kerja. Untuk itu 'dengarkan' tubuh anda dengan melakukan sarapan sehat secara rutin setiap hari. Sarapan sehat adalah makanan ringan yang cukup gizi seperti segelas susu atau jus buah atau sarapan siap saji yang kaya gizi dan rendah lemak.

3. Makan siang yang bergizi
Kenapa terjadi? Karena biasanya kelebihan karbohidrat sering terjadi saat makan siang, atau kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung protein sebagau sumber energi.
Mengapa harus bergizi? Biasanya ngemil makanan tinggi kalori akan jadi pilihan utama apabila rasa lapar menyerang, seperti cokelat, keripik atau biskuit, yang banyak mengandung lemak, gula dan garam.
Untuk itu memilih makan siang yang bergizi adalah cara yang bijaksana untuk mengatasi rasa lapar. Cara yang bijaksana menurut Dr. Wendy Doyle, ahli diet, dengan cara menambah lauknya, makan sepotong buah atau segelas yoghurt.

4. Siasati makan malam
Kenapa terjadi? Biasanya setelah lelah seharian kerja, maka akan malas kalau harus mempersiapkan makan malam.
Mengapa disiasati? Karena biasanya bila tidak mempersiapkan makan malam maka fast food atau take-away food, yang pasti mengandung tinggi lemak dan garam. Cara mengatasinya??, makan sesuatu sebelum pulang kantor dan mengisi kulkas dengan bahan makanan yang lebih tahan lama simpan untuk keadaan darurat. Kalau terpaksa membeli makanan, lebih baik hindari makanan yang digoreng dan pikirkan makanan tersebut mengandung gizi, yang paling tidak, cukup.

Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Ditengah menjamurnya makanan siap saji yang banyak mengandung lemak dan perubahan gaya hidup sebagian masyarakat perkotaan, maka penyakit penyakit sebagai imbas dari perubahan gaya hidup itu pun akan bermunculan semakin banyak. Salah satu penyakit tersebut adalah Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi.

Mungkin banyak dari kita yang kurang tahu apa yang dimaksud dengan Hipertensi, secara garis besar Hipertensi dapat didefinisikan sebagai penyakit yang umum timbul di dalam masyarakat yang merupakan peningkatan yang persisten dari tekanan pembuluh darah arteri, yaitu tekanan diastolik diatas 95 mmHg. Tekanan darah normal biasanya tekanan sistolik tidak melebihi 140 mmHg dan diastolik tidak melebihi 90 mmHg. Namun patokan tekanan darah normal tersebut individual sifatnya.

Penyebab
Sebanyak 90 % kasus penyebab tidak diketahui. Namun dapat juga sekunder akibat penyakit jantung/ginjal, diabetes, atau tumor dari kelenjar adrenal, obat-obatan, maupun kehamilan.

Faktor Risiko
Merokok/minum alkohol, pola makan banyak garam dan lemak, kurang berolah raga, obesitas, dan stress.

Gejala dan Tanda
Biasanya tidak ada gejala sampai timbul komplikasi.

Komplikasi
Stroke
Kegagalan jantung
Kerusakan ginjal.

Pencegahan
Setelah umur 30 tahun, periksa tekanan darah setiap tahun.
Jangan merokok/minum alkohol
Kurangi berat badan bila berlebihan
Lakukan latihan aerobik
Pelajari cara-cara mengendalikan stres.


Penatalaksanaan

Pengelolaan terhadap penderita hipertensi adalah :
Pengobatan tanpa obat, antara lain : diet rendah garam/kolesterol/lemak jenuh, peredaan stress emosional, berhenti merokok/alkohol, dan latihan fisik ringan dan teratur.

Obat-obatan antihipertensi. Terdapat banyak jenis obat antihipertensi yang beredar saat ini. Untuk pemilihan obat yang tepat diharapkan menghubungi dokter.

Dengan pengobatan dan kontrol yang teratur, serta menghindari faktor resiko terjadinya hipertensi, maka angka kematian akibat penyakit ini bisa ditekan.

Bagimana?…mengerikan bukan?…Hipertensi sebenarnya gampang banget dicegah (kecuali yang tipe genetik), sayangnya upaya upaya pencegahan tersebut selalu terkendala dari sisi diri kita sendiri…;)

Wednesday, May 9, 2007

Demam Berdarah Dengue (DBD)

Dr.H.Sudradjat SB

Penyebab dan perantara penularan.

Penyakit ini disebabkan oleh suatu virus yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.
Vektor yang berperan dalam penularan penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti.

Manifestasi penyakit

Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3 - 15 hari orang yang tertular dapat mengalami / menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini, yaitu :

* Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.
* Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 - 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.
* Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung, mulut, dubur dsb.
* Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok / presyok pada bentuk ini sering terjadi kematian.

Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Penyakit Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian.

Pengobatan.

Pengobatan terhadap penyakit ini terutama ditujukan untuk mengatasi perdarahan, mencegah/mengatasi keadaan syok / presyok, yaitu dengan mengusahakan agar penderita banyak minum, bila perlu dilakukan pemberian cairan melalui infus.
Demam diusahakan diturunkan dengan kompres dingin, atau pemberian antipiretika

Pencegahan.

Pencegahan dilakukan dengan MENGHINDARI GIGITAN NYAMUK di sepanjang siang hari (pagi sampai sore) karena nyamuk aedes aktif di siang hari (bukan malam hari). Hal tersebut dapat dilaksanakan dengan menghindari berada di lokasi-lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari, terutama di daerah yang ada penderita DBD nya. Bila memang sangat perlu untuk berada di tempat tersebut KENAKAN PAKAIAN YANG LEBIH TERTUTUP, celana panjang dan kemeja lengan panjang misalnya. GUNAKAN CAIRAN/KRIM ANTI NYAMUK (MOSQUITO REPELLANT) yang banyak dijual di toko-toko, pada bagian badan yang tidak tertutup pakaian.

Awasi lingkungan di dalam rumah dan di halaman rumah. Buang atau timbun benda-benda tak berguna yang menampung air, atau simpan sedemikian rupa sehingga tidak menampung air. Taburkan serbuk abate (yang dapat dibeli di apotik) pada bak mandi dan tempat penampung air lainnya, juga pada parit / selokan di dalam dan di sekitar rumah, terutama bila selokan itu airnya tidak / kurang mengalir. Kolam / akuarium jangan dibiarkan kosong tanpa ikan, isilah dengan ikan pemakan jentik nyamuk. Semprotlah bagian-bagian rumah dan halaman yang merupakan tempat berkeliarannya nyamuk, dengan obat semprot nyamuk (yang banyak dijual di toko-toko) BILA TAMPAK NYAMUK BERKELIARAN DI PAGI / SIANG / SORE HARI.

Bila ada salah seorang penghuni yang positif atau diduga menderita DBD, segera semprotlah seluruh bagian rumah dan halaman dengan obat semprot nyamuk di pagi, siang dan sore hari, sekalipun penderita tersebut sudah dirawat di rumah sakit. Hubungi PUSKESMAS setempat untuk meminta fogging di rumah-rumah di lingkungan setempat.

Pencegahan secara massal di lingkungan setempat dengan bekerja sama dengan RT/RW/Kelurahan dengan PUSKESMAS setempat dilakukan dengan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), Fogging, atau memutuskan mata rantai pembiakan Aedes aegypti dengan Abatisasi.

Tujuh Cara Mengatasi Asma

SESAK yang sering dikeluhkan pengidap asma memang menjengkelkan. Apalagi jika kekambuhannya lebih dari 1 atau 2 kali dalam seminggu. Asma dapat mengganggu kinerja dan aktivitas seseorang sehingga terasa menjengkelkan bagi penderitanya. Penyakit ini bahkan dikatakan sebagai biang kerok utama atas ketidakhadiran di tempat kerja dan di sekolah. Selain mengganggu aktivitas. Untuk mengetahui bagaimana cara mengontrol penyakit asma, penderita perlu mengenal asma terlebih dahulu.
Asma adalah penyakit peradangan saluran nafas kronik akibat terjadinya peningkatan kepekaan saluran nafas terhadap berbagai rangsangan. Pada penderita yang peka, hal ini akan menyebabkan munculnya serangan batuk, bunyi mengi, banyak dahak, sesak nafas, dan rasa tidak enak di dada terutama pada malam hari atau menjelang pagi. Belum diketahui secara pasti mengapa pada sebagian orang saluran nafasnya meradang dan pada sebagian lain normal. Tetapi kejadian tersebut biasanya ditemukan pada keluarga atopik (keluarga alergi) yang dapat mewariskan sifat alergi ini kepada turunannya.

Kelainan utama penyakit asma adalah peradangan saluran nafas, sehingga pengelolaannya bukan ditujukan untuk menghilangkan sesak nafas semata, tetapi juga berbagai tujuan berikut yaitu, agar penderita dapat melakukan latihan jasmani termasuk lari dan olah raga lain, mempunyai fungsi paru mendekati normal dan gejala asmanya menghilang atau minimal. Tujuan lain adalah agar serangan asma minimal, pemakaian obat untuk serangan sesak berkurang, dan tidak ditemukan efek samping obat.
Dalam panduan GINA (Global Initiative for Asthma) 2002 yang dibuat oleh National Heart, Lung and Blood Institute & World Health Organization (NHBLI/WHO), menyebutkan untuk mewujudkan tujuan tersebut, dokter maupun penderita asma dianjurkan untuk mempelajari, memahami, dan mengerjakan apa yang disebut "tujuh jurus ampuh untuk mengatasi penyakit asma".

Pertama, penyuluhan (edukasi) mengenai penyakit asma pada penderita asma dan keluarganya. Pepatah mengatakan, "tak kenal maka tak sayang". Ibarat sepasang muda-mudi yang baru pertama berjumpa, tak kan mau menyayangi dan mengorbankan diri, sebelum mengenal lebih jauh pasangannya. Demikian pula dengan penderita asma. Pengenalan tentang seluk beluk asma, bagaimana pengobatan serta pencegahan yang benar, akan membuat penderita dan keluarganya mengerti sehingga termotivasi untuk berusaha kuat mengatasi penyakitnya. Karena itu edukasi menjadi faktor kunci dalam pengobatan asma.

Kedua, mengetahui obat-obat asma, baik kegunaan maupun efek sampingnya. Terdapat dua jenis obat asma yaitu, obat-obat kerja cepat untuk mengatasi dengan segera serangan sesak nafas (reliver), dan obat-obat pencegahan jangka lama, untuk mengatasi peradangan saluran nafas (preventer/controller). Yang termasuk obat reliver adalah obat-obat bronkodilator kerja cepat seperti, salbuterol Albuterol, metaproterenol, terbutaline, dan procaterol. Selain itu, obat golongan anti cholinergik, teofilin kerja cepat, suntikan adrenalin atau epinefrin juga dapat dijadikan pilihan.
Penelitian para ahli belakangan ini menyebutkan bahwa peradangan yang kronik dapat merubah struktur dinding saluran nafas, sehingga menyebabkan remodelling pada dinding saluran nafas. Karena itu, pengobatan pencegahan jangka lama sangat dianjurkan. Obat pencegahan jangka lama yang dapat dipakai adalah kortikosteroid, cromoglycate, nedcromil, agonis B2 kerja lama, teofilin lepas lambat, dan leukotrien. Dari semua jenis obat yang tersedia, pemakaian obat inhalasi lebih diutamakan mengingat efeknya yang cepat, dosis yang kecil dan efek samping yang minimal meskipun diberikan dalam jangka panjang.

Ketiga, mengobati atau mengelola penyakit asma. Pengobatan tidak hanya dilakukan ketika serangan asma sedang berlangsung, tetapi juga saat tidak dalam serangan. Pengelolaan asma saat tidak dalam serangan dilakukan melalui pengobatan pencegahan dan latihan olah raga terpimpin. Penderita asma dengan tipe intermiten (sangat ringan) yang kekambuhannya dalam 1 minggu kurang dari 1 atau 2 kali, tidak memerlukan pengobatan pencegahan. Namun, penderita asma dengan tipe persisten ringan, persisten sedang dan persisten berat, harus mendapatkan terapi pencegahan secara bertahap disesuaikan dengan klasifikasinya.
Untuk memudahkan penanganan, penderita yang sedang mengalami serangan asma, dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu penderita dengan serangan asma ringan, serangan sedang dan serangan berat. Salah satu tanda untuk melihat pembagian berat ringannya serangan adalah dengan melihat cara berbicara. Bila ketika berbicara penderita masih dapat menyelesaikan kalimat, klasifikasi yang diberikan adalah serangan asma ringan. Saat penderita berbicara dengan suara terputus-putus, maka penderita digolongkan dalam serangan asma sedang. Tetapi jika penderita sudah mengalami kesulitan bicara karena sesak, penderita masuk dalam kelompok serangan asma berat. Penderita yang mengalami serangan ringan dapat diobati sendiri di rumah. Namun penderita yang mendapatkan serangan sedang dan berat harus ditangani di rumah sakit.

Keempat, mempelajari dan memahami faktor-faktor pencetus serangan asma (allergen), dan mengetahui cara mengendalikannya. Faktor-faktor pencetus ini dapat berbeda antara penderita yang satu dengan lainnya. Faktor-faktor yang sering dikatakan sebagai pemicu di antaranya adalah faktor alergen, emosi atau stres, infeksi, zat makanan, zat kimia, faktor fisik seperti perubahan cuaca, kegiatan jasmani, dan obat-obatan. Kerja faktor pencetus ini pun berbeda, ada faktor pencetus yang bisa mengakibatkan penyempitan saluran nafas (bronchospasme), seperti emosi, udara dingin, latihan, dan lain-lain. Ada pula faktor pencetus yang terutama menyebabkan peradangan seperti infeksi saluran pernafasan akut, alergen, zat kimia, dan asap rokok. Sebagian besar serangan asma dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor pencetus tersebut. Penderita yang gemar menghindar atau merubah perilaku untuk menjauhi factor pemicu, akan dengan mudah mencapai tujuan pengobatan asma. Sebaliknya, penderita yang "cuek" tak pernah berpantang dengan faktor pemicu akan sulit memperoleh kemajuan dalam pengobatan.

Kelima, membuat rencana emergensi (Action Plan). Action plan terutama diperlukan ketika serangan asma akan kambuh, dan penderita membutuhkan pertolongan secepatnya. Penanganan dengan cepat dan tepat dapat dilakukan bila penderita dan keluarganya membuat rencana emergensi secara tertulis bersama dokter, dan mengetahui kapan penyakit asmanya mulai tidak terkendali. Namun, bila penderita tidak mempunyai action plan, pengelolaan yang diberikan akan memakan waktu lebih lama, bahkan dapat terjadi underdiagnosa atau overdiagnosa sehingga merugikan penderita. Tidak terkendalinya asma mulai tampak manakala penderita dan keluarganya menemukan keadaan-keadaan sebagai berikut : gejala asma semakin bertambah, pemakaian obat bronkodilator kian sering, gejala asmanya tidak dapat dikurangi atau dihilangkan dengan bronkodilator, dan bila mempunyai alat Peak flow meter, alat tersebut akan menunjukan penurunan arus puncak ekspirasi (APE) serta kenaikan variability. Sewaktu keadaan-keadaan tersebut muncul, tindakan harus segera diambil agar penyakit kembali terkendali.

Keenam, rehabilitasi dan peningkatan kebugaran jasmani dengan olah raga atau latihan jasmani terpimpin. Penderita asma sering mengalami sesak sehingga sebagian otot-otot pernafasan kerap digunakan, sementara sebagian otot yang lain tidak. Otot-otot pernafasan yang banyak digunakan akan membesar dan yang jarang digunakan akan melemah. Akibatnya, efisiensi dan koordinasi pernafasan menjadi kurang baik, fungsi paru serta pertahanan paru pun menurun. Selain itu penderita asma juga terkadang mengalami keterbatasan fisik atau membatasi pekerjaan fisik karena takut sesak, sehingga kebugaran jasmaninya berkurang. Dengan melakukan latihan jasmani secara teratur yang terpimpin, otot pernafasan akan kembali berfungsi normal, kenaikan kapasitas vital paru meningkat dan kebugaran jasmani pun menjadi lebih baik.

Ketujuh, memonitor dan mengikuti perkembangan (follow up) penyakit penderita asma secara teratur. Hingga kini penyakit asma belum dapat disembuhkan, dan gejala asmanya sering bervariasi. Karena itu pengobatan harus dilakukan seumur hidup dan dimonitor serta diiikuti perkembangannya terus menerus. Hal ini diperlukan untuk melihat cocok tidaknya obat yang diberikan dalam mengendalikan asma. Dokter akan mengevaluasi apakah obat perlu ditambah, dikurangi atau dihentikan. Bila keadaan dan kebugaran jasmani penderita memang telah membaik, pengobatan dapat dihentikan.
Mengingat keadaan sosial ekonomi di Indonesia yang cukup beragam, para dokter diharapkan dapat mengadaptasi pengelolaan asma sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Tetapi yang terpenting prinsip dasar pengobatan harus tetap sama. Penderita dianjurkan agar proaktif dan semangat dalam mengatasi penyakitnya, serta tetap bekerjasama dengan dokter agar tujuan pengobatan asma dapat terwujud. Satu hal yang perlu diingat oleh penderita asma demi tercapainya tujuan tersebut, jangan biarkan asma mengendalikan Anda, tetapi Anda yang harus mengendalikan asma. (Agnes Tri Harjaningrum, dr.)